Leher Tegang?? Kenapa ya?

Seharian bekerja seringkali membuat leher kita menjadi tegang. Gak cuma tegang bahkan sampai terasa pusing. Terlebih saya yang punya sakit mata, kalau sudah sampai mata akan terasa sakit. Perlu dibawa ke dokter lagi nih.

Saya mendapat infomasi dari kompas.com. Trik sederhana redakan leher tegang. Ada juga beberapa penyebab kenapa leher itu menjadi tegang. Berikut ulasannya.

KOMPAS.com – Banyak orang menghabiskan waktu lebih dari delapan jam duduk dan memandang layar. Posisi tersebut seringkali memaksa kita untuk duduk dalam posisi yang sama dalam waktu lama dengan kepala menunduk. Tidak heran jika banyak orang mengalami sakit punggung bagian bawah dan merasakan tegang pada bagian leher.

Di Amerika Serikat, masalah tersebut bahkan menjadi alasan terbesar bagi banyak orang menghabiskan uangnya untuk pengobatan. Terapis fisik Chrindye Dietz mengatakan, banyak orang mengalaminya akibat kebiasaan sehari-hari. Baca juga: Enyahkan Lipatan Lemak di Leher demi Penampilan, Begini Caranya… Sering menunduk sepanjang hari bisa membuat otot-otot di sekitar sendi leher lelah dan terlalu teregang. “Ketika area di leher terganggu, otot tersebut akan mulai melindunginya dan memberikan tekanan pada saraf yang kemudian bisa menyebar ke bagian bahu, lengan, tangan, bahkan kepala dan menyebabkan sakit kepala,” kata dia.

Cara termudah untuk mencegahnya adalah mengurangi stres pada bagian tulang belakang dan menjaga leher tetap fleksibel. Gunakan otot postural dan duduklah tegak dengan dada membusung, kepala tegak di atas bahu dan perut ditarik. Dietz menganjurkan agar kita menjaga postur tubuh selama beraktivitas, meskipun untuk menjaganya diperlukan usaha lebih.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan sesuai dengan kegiatanmu untuk menghindari sakit pada bagian leher, atau tulang belakang.

1. Duduk seharian di meja Banyak orang kerja di balik meja seharian. Mereka duduk dengan postur yang kurang baik sepanjang hari. Untuk mengatasinya, aturlah layar komputer hingga setinggi mata dan keyboard terletak pada ketinggian siku sehingga lenganmu membenuk sudut 90 derajat. Jika tidak memiliki alat khusus, tumpuklah buku agar layar komputer atau layar kerjamu terletak pada posisi yang sesuai. Baca juga: Hati-hati, Risiko Cedera Leher Rahim Akibat Hubungan Seks Duduklah di kursi dengan kepala dan dagu tegak. Beristirahatlah sejenak setiap jam untuk mengistirahatkan lehermu. Jika kamu bekerja seharian dengan laptop, gunakan keyboard dan mouse eksternal untuk mendapatkan postur terbaik. “Tren saat ini, banyak kantor mengubah ruang kerja mereka agar pekerja punya meja kerja berdiri. Sehingga kita mudah bergerak sepanjang hari,” kata Dietz.

2. Menunduk melihat ponsel atau buku Banyak pula orang yang terus-menerus menunduk tanpa beristirahat dan melihat ponsel atau buku mereka, sehingga menambah beban tulang belakang. Untuk mengatasinya, peganglah ponsel atau buku ada level yang sama dengan mata ketika menggunakannya. Jika kamu berbaring di tempat tidur dan bersandar pada papan tempat tidur, tekuk lututmu dan sandarkan tangan di atasnya, sambil membaca buku atau bermain ponsel. Lakukan peregangan dan gantilah posisi yang berlawanan setiap sekitar 20 menit. Baca juga: Tato Baru Burung Pemangsa Hiasi Leher Beckham, Apa Maknanya?

3. Berkendara Duduk berlama-lama di bangku kendaraan dengan punggung bersandar pada bangku akan membuat kepala kita melihat ke depan dengan bahu terangkat. Posisi ini seringkali juga membuat masalah leher muncul. Cara mengatasinya, posisikan kursi lebih tinggi, gunakan lumbar roll jika perlu sehingga kamu bisa duduk tegak dan tidak membungkuk. Sandarkan kepala dengan nyaman pada kursi. Sesuaikan setir kendaraan dengan posisi bahu tetap bersandar. Sesuaikan kaca spion dalam, agar sedikit tertekuk ke arah atap kendaraan, sehingga posturmu bisa terjaga tegak.

4. Tidur Ketika tidur, seringkali orang mengalami masalah tulang belakang yang tertekuk. Untuk menghindari sakit leher, berbaringlah dengan tulang belakang pada posisi netral, baik dengan punggung maupun sisi tubuh. Gunakan bantal untuk menyangga kepala. Jika posisimu menghadap ke samping, pastikan kepala memandang ke depan, bukan ke kaki. Bantal harus mampu menopang kepala dan lekuk leher dengan baik, bukan di bawah bahu. Akan lebih baik jika menggunakan bantal yang bisa menyesuaikan kontur tubuh atau gulung handuk lalu letakan pada bantal, agar bagian di antara kepala dan bahu dapat tertopang dengan baik. Baca juga: Kebiasaan Penyebab Sakit Leher yang Jarang Disadari Dietz merekomendasikan untuk tidak tidur dengan posisi tengkurap, jika leher dalam keadaan tegang.  Sebab, saat posisi tengkurap, kepala akan bertahan pada satu posisi yang sama semalaman.

Peregangan Dietz menganjuRkan agar orang-orang yang sudah berusia 30 tahun ke atas menjaga postur tubuh tetap tegak dan melakukan peregangan setiap hari. “Saya merekomendasikan peregangan sehari sekali lalu untuk beberapa hari lakukan peregangan lebih dari satu kali hingga otot tak lagi tegang,” kata dia. Peregangan dianjurkan dilakukan dengan lima hingga 10 repetisi dan memasukkan gerakan berikut:

1. Tekuk bagian bawah punggung lalu putarkan bagang tubuh secara perlahan perlahan ke kanan dan kiri.

2. Remas bahu kanan dan kiri bersamaan.

3. Tegakkan bahu dan miringkan kepala perlahan ke bagian belakang.

4. Tekuk kepala ke arah bahu kanan dan kiri secara bergantian.

5. Berdiri kemudian tekuk punggung secara perlahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Trik Sederhana Redakan Leher Tegang…”,

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/11/01/193204320/trik-sederhana-redakan-leher-tegang?page=all.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Glori K. Wadrianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *